Gubernur Jatim Beri Ratusan ASN Tanda Kehormatan SKS, Salut Program SIKAP SMA, SMK, dan SLB
- Rusli Djunaidi
- 22 Aug, 2026
SURABAYA I MaduraNetwork.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 467 ASN Pemprov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (18/8).
Tanda kehormatan tersebut merupakan penghargaan
yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia bagi ASN yang
telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Gubernur Khofifah mengatakan, penyematan SLKS
sebagai bagian penghargaan tertinggi atas pengabdian para penerima kepada
negara.
"Ini tanda kehormatan Presiden Republik
Indonesia. Jadi, apa pentingnya kita menyematkan? Supaya panjenengan memahami
apa yang sudah panjenengan kontribusikan, dedikasikan, juga abdikan untuk
bangsa dan negara itu dicatat dan diberi tanda kehormatan oleh Presiden
Republik Indonesia," lanjut Gubernur Khofifah.
Gubernur juga mendorong seluruh ASN Pemprov Jatim
untuk terus menghadirkan pengabdian yang tidak hanya ditunjukkan melalui
lamanya masa kerja, tetapi juga melalui inovasi dan karya berdampak nyata bagi
masyarakat.
Pengabdian ASN harus senantiasa relevan dengan
kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan. Karena itu, berbagai inovasi
yang telah tumbuh di lingkungan Pemprov Jatim harus terus dijaga
keberlanjutannya, dikembangkan, dan diperluas manfaatnya.
Salah satu bentuk nyata inovasi tersebut
ditunjukkan para kepala sekolah dan guru SMA, SMK serta SLB di Jawa Timur
melalui pengembangan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur tersebut tidak hanya menjadi media pembelajaran untuk membangun
kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik, tetapi juga menjadi
kontribusi konkret Jawa Timur dalam mendukung penguatan ketahanan pangan
nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
"Bapak dan Ibu guru sudah melakukan sesuatu
yang insyaallah tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi di sekolah
masing-masing, tetapi bagaimana kemudian kita menjadi bagian dari penguat
program ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo terus digaungkan dan
diikuti panglima TNI seluruh kepala staf angkatan dan kapolri," ungkap
Gubernur.
Khofifah mengatakan, hasil pengembangan SIKAP telah
diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Salah satunya dalam rangkaian
Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara
Grahadi, Senin (17/8).
Pada momentum tersebut, berbagai hasil pertanian,
buah-buahan hingga produk pangan olahan dari program SIKAP ditampilkan
sekaligus dibagikan kepada para tamu undangan dan masyarakat.
Salah satunya adalah produk keripik ikan patin dari
SMKN 1 Tulungagung yang secara khusus ditampilkan lengkap dengan identitas
produk SIKAP. Hal tersebut, menurut Khofifah, menjadi bagian dari upaya
memperkenalkan kepada masyarakat bahwa sekolah juga mampu berkontribusi nyata
terhadap penguatan ketahanan pangan.
"Tema HUT kemerdekaan RI "Indonesia
berdaulat, adil dan makmur". Dari Indonesia berdaulat, adil dan makmur
secara khusus yang diusung Jawa Timur adalah ketahanan pangan. Maka,
saat pagi hari sebelum pengibaran
bendera yang kita tampilkan adalah
ketahanan pangan baik di sektor peternakan, sektor perikanan dan sektor
pertanian. Terima kasih para kepala sekolah para guru-guru dari semua SMA/SMK
negeri dan swasta serta SLB yang sudah menyiapkan program SIKAP,"
jelasnya.
Gubernur Khofifah pun mengapresiasi sekolah-sekolah
di Jawa Timur yang terus mengembangkan SIKAP di tengah berbagai keterbatasan lahan.
Menurutnya, ketersediaan lahan yang tidak terlalu luas bukan menjadi penghalang
untuk mengembangkan inovasi ketahanan pangan.
Tak hanya ketahanan pangan, Gubernur Khofifah juga
mengapresiasi berbagai sekolah yang mulai melakukan pengelolaan sampah secara
mandiri.
Ia mengatakan, jika sebelumnya area belakang
sekolah kerap menjadi tempat penumpukan sampah, kini berbagai sekolah telah
melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Sampah organik bahkan dimanfaatkan
menjadi pupuk yang dapat digunakan kembali untuk mendukung penghijauan maupun
program ketahanan pangan di sekolah.
"Bapak ibu tidak sekedar menguatkan ketahanan
pangan tetapi juga memperhatikan pengolahan sampah sesuai pesan Presiden
Prabowo, ayo bersihkan sampah dan sekolah melakukannya," tutur Khofifah.
Praktik serupa, lanjut Khofifah, juga telah
dikembangkan di sejumlah perangkat daerah dan unit kerja Pemprov Jatim, antara
lain RSUD Dr. Soetomo dan UPT di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Khofifah berharap praktik baik tersebut dapat
diperluas ke seluruh sekolah, perangkat daerah dan unit kerja Pemprov Jatim. Ia
mendorong agar sampah dapat dipilah dan diolah sedekat mungkin dari sumbernya
sehingga volume sampah yang harus dikirim menuju tempat pemrosesan akhir dapat
terus dikurangi.
"Saya berpesan di lingkungan kerja kita masing-masing pastikan bahwa sampah selesai di sekolah, maupun perkantoran pemerintah sehingga tidak harus dikirim lagi ke tempat pembuangan akhir," ungkapnya.
Menurut Khofifah, program SIKAP dan pengelolaan
sampah merupakan contoh konkret bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari
sesuatu yang besar. Inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui
sehari-hari, kemudian dicarikan solusi yang mampu memberikan manfaat bagi
lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, ia berharap semangat inovasi terus
menjadi bagian dari budaya kerja ASN Pemprov Jatim. Terlebih, penerima
Satyalancana Karya Satya telah menjalani pengabdian selama puluhan tahun dan
memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal untuk terus menghadirkan perbaikan
dalam pelayanan publik.
Gubernur Khofifah berharap Tanda Kehormatan
Satyalancana Karya Satya menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus
menjaga integritas, profesionalisme dan semangat melayani.
Pengabdian selama 10, 20 hingga 30 tahun, kata
Khofifah, bukan sekadar perjalanan masa kerja, tetapi harus terus dimaknai
sebagai perjalanan memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat, daerah,
bangsa dan negara.
“Pengabdian harus terus kita isi dengan karya dan
inovasi. Mari kita terus memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan manfaat
bagi masyarakat dan bersama-sama memberikan kontribusi untuk mewujudkan Jawa
Timur dan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” pungkasnya.
Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh penerima
tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya Presiden Republik.Indonesia Bapak
Prabowo Subianto untuk mendo'akan saudara kita yang sedang mengalami musibah di
NTT. Semoga yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik disisi Allah Tuhan
Yang Maha Kuasa. Yang sakit segera sembuh. Dan warga yang terdampak tetap
semangat dan kuat.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

